Tips Memilih Pemanas Air Listrik yang Hemat Listrik

Keberadaan peralatan elektronik dalam skala rumah tangga sangat membantu ibu rumah tangga dalam melakukan berbagai pekerjaan rumahnya. Alat-alat elektronik seperti penanak nasi elektronik, dispenser, kulkas, pelumat/ blender dan berbagai alat elektronik dapur lainnya memang meringankan pekerjaan rumah. Salah satu alat elektronik yang tidak kalah penting yang dimanfaatkan di dalam rumah adalah alat pemanas listrik yang digunakan untuk memanaskan air. Peralatan ini sering diletakkan di kamar mandi untuk mendapatkan air hangat ketika cuaca dingin atau ketika mandi di malam hari. Alat yang juga dikenal dengan water heater ini sering dimanfaatkan di kamar mandi hotel, namun belakangan ini juga banyak dimanfaatkan di rumah tangga. Berikut ini adalah beberapa tips memilih pemanas air listrik yang hemat energi alias hemat listrik.

Baca juga: RAGAM JENIS MESIN PEMANAS AIR

Memilih Pemanas Air Tanpa Tangki

Terdapat dua jenis water heater yang memanfaatkan tenaga listrik yang dijual di pasaran, yaitu yang menggunakan tangki dan yang tidak menggunakan tangki. Pemanas air listrik yang menggunakan tangki tentu memerlukan ruangan yang cukup besar untuk meletakkan tangki tersebut, yang volume tangkinya seringkali lebih dari 50 liter. Selain memakan tempat, sistem kerja pemanas air dengan tangki juga lebih boros listrik.

Cara kerja pemanas air energi listrik dengan tangki adalah, air dingin ditampung terlebih dahulu di dalam tangki. Setelah air dingin tertampung, barulah mesin listrik akan bekerja otomatis untuk memanaskan air di dalam tangki sampai mencapai suhu yang dikehendaki. Ketika air hangat di dalam tangki dimanfaatkan, maka otomatis tangki tersebut akan terisi air dingin dan mesin pemanas akan kembali bekerja untuk menghangatkan air sesuai dengan suhu yang telah ditentukan. Terus bekerja otomatis ketika suhu air mulai turun atau ketika air dalam tangki berkurang tentu akan sangat boros listrik. Daya listrik akan terus terkuras sebab mesin pemanas akan terus bekerja secara otomatis untuk menjaga agar suhu di dalam tabung tetap stabil.

Sedangkan water heater tanpa tangki memiliki sistem kerja yang berbeda, sebab air tidak perlu ditampung terlebih dahulu di dalam tangki. Pemanas air dengan tenaga listrik jenis tanpa tabung ini baru akan menyala ketika kran air dibuka. Namun kelemahannya, air yang mengalir di kran tidak langsung hangat ketika baru dibuka, melainkan harus meninggu beberapa waktu agar air menghangat. Adapun kecepatan hangatnya air tergantung besaran watt listrik yang digunakan. Semakin besar watt listrik di sebuah rumah, maka akan semakin cepat pula suhu air menghangat ketika kran dibuka.

Jika Anda menginginkan alat pemanas air listrik yang hemat energi, pilihlah water heater yang tanpa tabung. Konsekuensinya, Anda harus sedikit sabar menunggu suhu air menghangat setelah kran dibuka. Untuk skala rumahan, akan lebih hemat jika menggunakan pemanas air tenaga listrik yang tanpa tabung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *