Penggunaan Mesin Polyser Padi Untuk Penggilingan Maksimal

Penggunaan Mesin Polyser Padi Untuk Penggilingan Maksimal

Mesin mekanis semakin banyak diciptakan untuk semakin meningkatkan hasil pertanian. Untuk menghasilkan padi misalnya, ada banyak mesin modern diperkenalkan kepada para petani di dunia. Salah satu dari mesin tersebut adalah polyser padi atau juga dikenal sebagai penyosoh padi. Alat ini seakan menjadi finishing untuk mendapatkan hasil gilingan beras sesuai dengan permintaan konsumen. Ada beberapa tipe mesin penyosoh yang dapat dipilih berdasarkan fungsi dan kebutuhan.

Penggunaan Mesin Polyser Padi Untuk Penggilingan Maksimal

Proses Penggilingan Hingga Penggunaan Polyser Padi

Dalam upaya meningkatkan mutu beras seperti yang diinginkan oleh konsumen maka penyosohan pun juga didasarkan pada selera. Umumnya para konsumen menginginkan beras bening, beras putih juga beras mengkilap. Untuk mendapatkan hasil berbeda tersebut, proses produksi pun menggunakan mesin yang berbeda pula. Beras bening didapatkan dengan polyser padi tipe friksi, beras yang putih digunakan penyosoh bertipe abrasive sementara beras mengkilap didapat dari sistem pengkabutan. Proses penggilingannya sendiri meliputi;

Penyiapan Gabah

Untuk mendapat beras berkualitas, maka bahan baku gabah yang digunakan pun juga harus berkualitas juga. Varietas gabah harus diketahui dengan pasti meliputi asal gabah, waktu pemanenan, kadar air dan proses pengeringannya. Gabah kering yang disimpan terlalu lama maka akan menguning. Gabah kering juga harus dihindarkan dari hujan untuk menghindari butir patah ataupun menir. Pastikan gabah kering segera digiling agar mendapatkan beras yang putih cerah dan rasa rasa yang masih terjaga.

Pemecahan Kulit

Pertama tumpukan gabah disiapkan dekat corong sekam. Selanjutnya mesin penggerak serta mesin pemecah kulit akan mulai bergerak dan corong sekam akan mengatur masuknya gabah. Proses pemecahan kulit ini dilakukan sebanyak 2 kali dan diayak sekali menggunakan ayakan beras pecah kulit untuk mendapatkan Beras Pecah Kulit (BPK). Proses pemecahan kulit ini berjalan dengan optimal apabila tidak ada lagi butiran gabah pada BPK tersebut.

Baca juga: Jenis Polysher Padi Terbaik dan Berkualitas

Proses Penyosohan

Proses penyosohan ini dilakukan dengan mesin polyser padi tipe friksi yang mengandalkan gesekan antar butir padi. Hasil yang didapat berupa beras bening dari 2 kali proses penyosohan. Sosohan pertama dilakukan dengan mesin penyosoh friksi. Sementara sosoh kedua memakai menggunakan mesin yang memiliki kapasitas lebih kecil. Penyosohan yang baik dinilai dari beras yang didapat jumlahnya sama atau 65% lebih dengan derajat sosoh yang setara atau di atas 95%. Untuk membedakan kelompok mutu beras, Anda bisa menambahkan ayakan beras sesuai levelnya.

Untuk mendapatkan hasil beras yang jumlahnya optimal, sebaiknya Anda menggunakan polyser padi friksi sebab  memiliki tingkat loss penggilingan paling rendah yaitu 3,14%. Alat penyosoh abrasive  memiliki tingkat penyusutan mencapai 3,54%. Namun demikian tentunya pemilihan mesin penyosoh ini juga dikembalikan lagi pada kebutuhan dan selera konsumen akan beras tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *