Masyarakat Banyak Mencari Mesin Polyser Padi

Masyarakat Banyak Mencari Mesin Polyser Padi

Sebuah hasil penggilingan yang pertama disebut beras pecah kulit ketika proses pemecahan kulit atau husking yang telah dihasilkan sepertinya masih mengandung lapisan bekatul yang menjadikan beras seakan berwarna agak kegelapan dan kecoklatan. Hal itu membuat penampilan dari beras terlihat kurang menarik serta rasa dari nasinya kurang enak. Oleh karena itu perlu adanya sebuah tindakan penyosohan dengan memakai mesin polyser padi.

Masyarakat Banyak Mencari Mesin Polyser Padi

Agar dapat membuang lapisan bekatul dari butiran-butiran beras harus dilakukan sebuah tahap untuk kegiatan yang sering disebut dengan penyosohan. Proses menggunakan polyser padi ini dapat disebut juga sebagai tahap polishing atau whitening. Kenapa disebut whitening mengingat tahap ini seperti mempunyai fungsi untuk merubah beras jadi beras yang benar-benar putih. Kalau disebut polishing karena dilihat dari permukaan beras digosok agar membuang semua lapisan dari bekatul sampai diperoleh beras yang sudah putih. Untuk hasil tahap ini merupakan beras sosoh telah putih serta dedak atau bekatul sebagai hasil sampingannya.

Agar bisa memperoleh hasil bagus, pada tahap ini umumnya dilakukan secara beberapa kali, mau pakai mesin polyser padi yang sama atau juga berbeda. Karena beberapa mesin yang diggunakan pada kegiatan penyosohan sering dibilang polisher atau whitener serta bisa ditambah bersama mesin pengkilap dan pencuci, fungsinya untuk mengkilapkan sekaligus mencuci permukaan dari beras. Apabila proses dari penyosohan sering dilakukan, otomatis beras sosoh yang dikeluarkan akan lebih putih.

Agar bisa mencapai sebuah tujuan dari penyosohan, adalah dengan memisahkan lapisan bekatul tersebut dari semua butiran-butiran beras kemudian akan memberikan warna yang mengkilap terhadap beras dengan cara digosok. Sedangkan cara menggosok yang sebaiknya diterapkan kepada mesin-mesin polyser padi yaitu ada dua, dengan cara menggerinda pada permukaan kasar serta menekan dan menggesek di permukaan rata.

Prinsip dari polyser padi terkait masalah menggerinda umumnya diterapkan dalam mesin-mesin penyosoh yang digunakan di proses awal ketika penyosohan. Pada bagian ini, ternyata bagian luar butiran pelan-pelan perlu dikikis agar bisa membuang lapisan dari bekatul tersebut.

Sedangkan untuk prinsip polyser padi yang menggesek serta menekan, permukaan yang digunakan buat menggesek dari butiran beras serta pergerakan permukaan gesek secara berbeda dari prinsip menggerinda. Untuk prinsip ini umumnya sering diterapkan dalam mesin-mesin penyosoh yang digunakan di tahap pertengahan bahkan akhir pada proses penyosohan. Ingat kalau untuk tujuan utamanya tidak mengikis butiran beras, permukaan yang kasar serta kecepatan dari gerakan gesek permukaan yang tinggi ternyata tidak diperlukan sama sekali.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Polisher Padi Tipe 1 Phase dan 2 Phase yang Harus Anda Ketahui

Salah satu contoh mesin polyser padi adalah RICHI N70 yang mempunyai fungsi buat memisahkan beras dan kulit arinya sampai dihasilkan beras yang bersih sekaligus dilengkapi dengan blower buat meniup kotoran atau kulit dari berasnya.

  • Merk RICHI N70, kapasitas 600-800 kg/jam, kecepatan 700-750 rpm, harga Rp. 6.500.000,-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *