Dua Poin Penting Untuk Mendapatkan Pompa Air Terbaik

Ada banyak jenis pompa air terbaik dari berbagai merk, spesifikasi, harga dan fitur yang sudah bisa Anda dapatkan. Ada pompa jenis jet pump, semi jet pump dan submersible. Dari segi merk, ada Sanyo, Panasonic, Honda, Hitachi, Gundfos, Wasser dan merk lainnya. Untuk harganya beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Memilih pompa air jangan hanya mempertimbangkan harganya saja. Karena belum tentu pompa yang memiliki daya tarik besar memiliki kekuatan hisap yang dalam. Lalu bagiamana cara memilih pompa air terbaik? Untuk mengetahui jawabannya simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: TIPS MEMILIH POMPA AIR SESUAI KEBUTUHAN

Perhatikan Kedalaman Air

Pada dasarnya jenis pompa air bisa dibedakan berdasarkan kedalaman sumber air. Jadi sebelum membeli pompa, sebaiknya pastikan terlebih dulu kedalaman permukaan air di rumah Anda. Untuk mengetahui kedalaman air ada cara menghitungnya. Waktu yang tepat untuk mengukur adalah saat musim panas. Jika mengukur waktu hujan, caranya bisa ditambah 3 meter.

Memilih pompa sesuai dengan kedalaman air tujuannya agar mesin bisa maksimal menyedot air. Karena jika tidak sesuai, kinerja mesin pompa tidak bisa maksimal dan malah bisa menyebabkan boros listrik percuma. Berikut ini jenis pompa yang bisa dijadikan patokan sesuai dengan kedalaman permukaan air.

  • Jika kedalamannya kurang dari 7 meter bisa gunakan jenis pompa air standar, dengan daya 120-150 watt.
  • Jika kedalamannya sekitar 7 sampai 9 meter bisa pilih jenis pompa semi jet pump, dengan daya 150-250 watt.
  • Jika kedalamannya lebih dari 9 meter, maka bisa pilih jenis pompa jet pump, dengan daya 350-500 watt.

Jika Anda membeli pompa standar untuk kedalaman lebih dari 9 meter maka sedotannya tidak akan maksimal. Begitupun sebaliknya, jika kedalamannya dibawah 7 meter lalu menggunakan pompa jenis semi jet pam malah menyebabkan boros listrik.

Perhatikan Daya Listriknya

Poin kedua yang harus diperhatikan jika ingin mendapatkan pompa air sesuai dengan kebutuhan adalah mengetahui terlebih dulu spesifikasinya. Lalu sesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai melupakan daya listrik dan jangan sampai melebihi kapasitas listrik yang dimiliki.

Perlu Anda ketahui, pada waktu menyalakan pompa maka lonjakannya bisa sampai 1,5 – 2 kali dari besaran daya yang tercantum pada laber spesifikasi. Misalnya jika ditulis input 150 watt maka daya listrik yang dibutuhkan pada saat dinyalakan adalah 300 watt.

Namun jika pompa yang digunakan dayanya melebihi 500 watt, maka daya yang dibutuhkan mencapai 3 kali lipat menjadi 1500 watt. Jadi jika daya listrik di tempat Anda sebesar 1300 watt dan memilih menggunakan pompa dengan daya 500 watt maka kemungkinan besar pompa tidak akan menyala. Jadi, pompa air terbaik adalah yang daya listriknya sesuai dengan daya listrik yang disediakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *